Wednesday, June 29, 2016

[ Review ] Etude House Blooming Lips Talk Chiffon (vs Original & Dupes!) - Bahasa Indonesia

Hai semua! Beberapa hari ini aku lagi obsessed banget sama satu lipstick yang mungkin lagi lumayan happening di Korea, yaitu Etude House Blooming Lips Talk yang edisi chiffon. Kalau di Indonesia mungkin lagi happening banget ya soal liquid lipstick, tapi entah kenapa aku super maju mundur buat beli liquid lipstick. Hal ini karena 2 hal, 
1. Bibir aku sering kering. Aku pernah beli NYX Soft Matte Lip Cream yang shade stockholm (yang katanya warna MLBB banget), tapi di aku malah cracking gitu, dan aku musti pake Vaseline Petroleum Jelly, baru di bibir aku bisa bagus. Sepertinya aku kurang cocok sama liquid lipstick, apalagi yang "matte"
2. Re-apply liquid lipstick itu cukup ribet sih bagi aku, soalnya aku sering on the spot di restoran touch up gitu. Kalau pake lipstick biasa kan gampang, tinggal apply trus dibaurin. Nah kalau liquid lipstick itu agak susah.

Nah, oleh karena itu aku lebih prefer ke lipstick biasa, tapi aku ga menutup kemungkinan akan coba beli liquid lipstick juga kok! Di bawah ini aku akan review produk baru Etude House ini, dan comparison-nya sama yang versi original (Etude House Dear My Blooming Lips Talk) sama dupes buat si lipstick ini! Let's start :)

To be honest, alasan aku beli lipstick ini cuman satu. Karena ini warna di-recommend sama artis instagram yang mungkin kalian tau, yaitu Lilymaymac. Pas aku tau si Lily yang jadi model buat warna ini (dengan hashtag nya yaitu #MLBB), aku langsung kepengen banget beli. Apalagi warna di bibir Lily bagus banget, nude gitu yang emang lagi color of the year for lipstick lover kan. Nah, tapi karena takut warna nya kurang cocok, jadi aku search review-review orang dan swatch tentang warnanya. Akhirnya, aku beli!

Ini dia appearance lipsticknya kalau dipake sama Lily di advertisementnya. Fyi, advertisement Etude House kebanyakan itu gak sama sama warna aslinya, entah karena lighting atau apa. Tapi untuk gambar ini, aku rasa 90% mirip sama warna aslinya

Now let's start with the box-packaging!
Pertama kita bahas dari kotaknya dulu. Seperti biasa kotaknya berwarna pink ala Etude House, dengan design feminime dan girly. My kind of color. Love it!

Deskripsi dari box nya. Ada bahasa Inggris nya juga loh! Ya, walaupun mostly bahasa korea sih. Ada ingredients nya juga, dan ada nomor shade-nya juga yaitu BE 109. Trus warna di kotaknya ini juga representasi dari warna lipsticknya! (klik gambarnya buat diperbesar yah)

The packaging!
Packaging lipstick Etude House kali ini lebih sleek dan simple, tapi masih menampilkan kesan feminim dengan detail-nya. Warna nya juga pink, warna kesukaanku. Aku lebih prefer packaging yang ini sih. Lebih simple daripada yang princess-princess dulu. Susah masuk acrylic box ku! Hehe.
Nah satu lagi yang aku suka dari lipstick ini adalah di atas lipstick ini ada semacam besi (atau plastik?) yang berfungsi sebagai kaca, jadi pas kita touch up ga perlu keluarin cermin cape-cape. Cukup liat di atas packaging-nya saja! Nah lipstick aku ini tahan selama 3 tahun, sampai 2019.

Nah, ayo kita mulai review yang sesungguhnya, ya.

Pertama, dari segi tekstur, tekstur lipstick ini lebih ke satin sih, jadi perpaduan creamy dan matte. Pas di applikasikan itu glides on really smoothly, tapi hasilnya itu cenderung ke matte. Dan dia itu kiss-proof, jadi tidak menempel ke gelas atau sendok. Tekstur-nya mirip sama lipstick Purbasari, tapi menurut aku ini better. Kenapa? Karena lipstick purbasari lama kelamaan agak kasar teksturnya, jadi begitu diaplikasikan ada butir-butir dari lipsticknya sehingga jadi kurang cantik di bibir.
Ketika diaplikasikan ke bibir enak banget, tapi pertama-pertama berasa ada tingling sensastion-nya gitu. Pas udah1-2 menit, rasa geli-geli di bibirnya udah ilang, kok.

Kedua, dari segi coverage, menurut aku coverage-nya bagus banget, menutup semua bibir sekali oles. Tapi biasa sih aku oles beberapa kali, dan untungnya ga cracking atau numpuk meskipun dioles beberapa kali. Untuk pigmentationnya, cukup pigmented, sekitar 80% warnanya keluar.

Ketiga, lasting power. Ketahanannya ya cukup oke, standar untuk lipstick pada umumnya, 3-4 jam kalau gak makan, tapi kalau makan ya hilang. Setelah dipakai 3 jam tidak cracking, dan itu yang aku suka. Bibir juga berasa nyaman. Pengalaman aku pakai Purbasari, setelah 3 jam pakai berasa kurang nyaman dan agak cracking. Ada harga ada barang kali yah.

Keempat, wanginya. Wanginya au suka, bau-bau bubblegum atau permen gitu. Gak bau chemical sama skali.

Kelima, warnanya, aku suka banget. Seperti kata Lily, ini mlbb terutama buat kalian yang warna kulitnya warm tone / Asia. Bagus banget pas diaplikasikan ke bibir.

Terakhir, is it recommended? Yes, of course! Lipstick ini menjadi salah satu favorit aku sih.

Sekarang, kita masuk ke swatch-nya ya.
Setelah aku beli lipstick ini, jujur aku agak menyesal sedikit, karena ternyata warnanya mirip banget sama purbasari yang nomor 89. Tapi akhirnya aku gak nyesel, karena menurut aku Etude House lebih enak teksturnya. Selain itu, warnanya juga tidak se orange purbasari. So kalau kalian mau beli yang versi murahnya, pilih Purbasari! :)

Sebenenya kalau liat aslinya di kaca, entah kenapa lipstick ini lebih gelap sedikit, tapi aku udah coba foto beberapa kali (ampe cape, ampe keringetan sama beratnya slr), tapi tetep hasilnya seperti ini. Tapi ini udah merepresentasikan warna lipsticknya kok!

Aku beli ini di instagram, nama shop-nya etudehousesupplier. Gak disponsor kok. Murni dari uang sendiri. Harganya sekitar 119 ribu belum termasuk ongkir.
~ ~ ~ ~ ~
Sekarang, aku akan membandingkannya sama versi original dari Etude House Blooming Lips Talk yang aku beli sekitar tahun 2014 lalu (udah lama banget)
Alasan aku membeli ini waktu itu adalah karena aku tergiur dengan makeup ala-ala korea yang pake orange / coral shade. Lalu aku liat advertisement-nya Sandara Park dan bagus banget di bibir dia.
Yah, advertisement Etude House memang kadang tidak sesuai yang diharapkan. Hmm.

Review packaging nya!
Satu kata buat packaging-nya, cute. Pertama kali ngeliat ini juga lumayan kepincut karena packagingnya yang cute banget and bener-bener kaya princess gitu. Cuman akhirnya aku lumayan sadar, pita di packaging-nya mengganggu banget kalau si lipstick mau ditaruh di acrylic box punyaku. Overall, Etude House selalu punya packaging yang cakep.

Pas aku beli tahun 2014 lalu, aku gak cek kapan kode produksinya. Ya, bodohnya aku disitu. Seharusnya aku cek dulu kapan kode produksinya (sehingga aku bisa memperhitungkan kapan lipstick ini expired). Dan fyi, aku beli ini di counter. Dan harganya sektar 200 ribu-an.
Nyesel maksimal.
Seharusnya aku beli ini di online shop aja, ya gak? Yah tapi waktu itu aku penasaran banget sama lipstick ini. Dan pas di swatch ke tangan memang bagus.

Sekarang kita masuk ke review-nya.

Pertama, dari segi tekstur, tekstur lipstick ini creamy. Bahkan creamy banget. Pas kita menempelkan bibir, itu antara bibir atas dan bawah seperti lem. Pas di applikasikan itu glides on cukup smoothly, tapi yang membuat aku cukup kecewa, warnanya tidak bisa merata. Tidak kiss-proof.

Kedua, dari segi coverage, menurut aku coverage-nya kurang. Karena pas kita aplikasikan tebal tipis, jadi ada bagian bibir yang tertutup ada yang tidak. Lalu kalau kita aplikasikan berkali-kali malah terkesan berat dan jadi berantakan. Pigmentation-nya juga kurang. Musti oles beberapa kali.

Ketiga, lasting power. Ketahanannya  standar untuk lipstick pada umumnya, 3-4 jam kalau gak makan, tapi kalau makan ya hilang. Apalagi dia creamy, jadi yah lasting powernya so-so.

Keempat, wanginya. Dari semuanya, cuman wanginya yang aku suka. Bubblegum / candy gitu. Tapi masih lebih enak yang chiffon.

Kelima, warnanya. Jujur, setelah di aplikasikan ke bibir, warnanya gak cocok di aku. Pas di tangan bagus-bagus aja, tapi pas ke bibir (apalagi dengan makeup tipis), jatohnya malah buat muka aku kusam. Memang salah aku sih, gak coba ke bibir. Pengalaman.

Terakhir, is it recommended? Sorry, but no.

Jujur aku gak tau apakah lipstick-nya yang salah atau memang lipsticknya sudah expired, tapi pas di storenya pun aku swatch (pas waktu itu tahun 2014 yang artinya baru 1 tahun), memang warnanya tebal tipis. Cuman saat itu aku mikir kaya "oh, mungkin ini bisa di build up kali yah, warnanya cantik kok". Dan pas pertama kali diaplikasikan ke bibir, itu warnanya bener-bener gak merata. Entah mungkin yang dijual di tokonya sudah expired? Apalagi pas aku coba sekarang, warnanya makin gak merata. Sepertinya sudah saatnya dibuang ya (sudah 3 tahun kan?)

Swatchnya,
Cakep kan pas di swatch.
Yah, belang banget warnanya di bibir aku. Gak merata. Mungkin aku juga salah pilih warna juga.

Comparison yang aku buat dalam bahasa Inggris.

Overall, aku suka sama inovasi baru dari Etude House seri blooming lips talk. Lipstick barunya punya formulasi yang lebih baik, dan seri barunya ini mungkin 'perbaikan' dari seri lamanya. Kalau kalian ga sependapat, atau ada pertanyaan, boleh komen di bawah ya!

Sekian dulu semuanya. Selamat berlibur, dan p.s, semua opini aku disini jujur dan tidak ada yang disponsori. God bless! :)

Tuesday, June 21, 2016

DIY Choker Necklace (without hooks) / Cara Membuat Kalung Choker (tanpa pengait)


So I wanna make this post in full English but I know that there are lots of choker necklace DIY out there, so how about making this post in Indonesian language? I will still use English in the photos but the post will be written in Indonesian. So, let's start this post in Indonesian language! :)

Hai semuanya, berjumpa lagi dengan saya disini, setelah sekian lama gak menyentuh blog karena banyaknya ujian di kampus, akhirnya sekarang libur dan aku gak tau mau ngapain. Entah mengapa tiba-tiba aku melihat barang-barang yang tak terpakai di kotak penyimpanan, lalu berinisiatif untuk membuat DIY project, yaitu aku mau buat kalung Choker (yang lagi ngetren itu) dengan tanpa pengait.

Kenapa aku buat yang tanpa pengait? Well, cukup susah cari besi-besi untuk pengait di daerah dekat rumaku, sehingga akhirnya aku memutuskan untuk membuat kalung yang tanpa pengait. Aku buat pengaitnya justru dengan tali itu sendiri, yang biasanya disebut 'sliding knot'. Nah, daripada banyak basa-basi aku mulai step-stepnya ya :)

Pertama, kamu siapkan bahan-bahannya, yaitu tali untuk kalung, liontin dan rantai, lem, tang dan gunting. Sebenernya ada bahan lain yang lupa aku masukin, yaitu selotip sama tusuk gigi.
Untuk talinya, aku beli di pasar Puri, harganya 2000 per meter. Untuk liontinnya, aku punya itu semua dari lama bekas gelang-gelang yang sudah rusak, lalu aku simpan liontin dan rantainya.

Langkah selanjutnya,
1. Siapkan rantai atau liontin yang kamu pilih
2. Siapkan talinya, lalu gunting seukuran ukuran kepala kamu
3. Tambahkan beberapa cm supaya kamu yakin talinya bisa muat ke kepala kamu (aku punya 72 cm)

Pengalaman aku soal tali, aku sebelumnya udah salah gunting karena aku ukur sesuai ukuran leher aku ternyata gabisa masuk ke kepala >< yah maklum, aku kan pakainya sliding knot, bukan hook atau pengait, hehe.

(anime pic from tumblr.com)
1. Step selanjutnya, masukan ujung tali ke dalam lubang rantai.
2. Tarik talinya, lalu masukan ujung tali ke dalam lubang selanjutnya
3. Tarik talinya, lalu kalau kamu benar, posisinya akan terlihat seperti gambar ketiga
4. Ulangi step ini sampai semua lubang rantai terisi

Nah kalau kamu udah masukin talinya ke setiap lubang rantai, hasilnya akan seperti gambar di atas ini. Pelan-pelan aja masukinnya, kalau buru-buru nanti bisa salah masukin. hehe

Jangan lupa untuk lem bagian ujung dari rantainya ke tali supaya rantainya gak lepas-lepas. Kasih lem nya dikit aja, kalau kebanyakan jadi keliatan jelek.

1. Setelah selesai dengan step tadi, taruh kalung dalam bentuk lingkaran, lalu selotip bagian ujung dari talinya supaya gak gerak-gerak (bagian A dan B)
2. Ambil tali lain yang lebih pendek (kira-kira 28 cm); nama dalam gambar C&D, lalu taruh dibawah tali A dan B.

Ambil bagian kanan tali (D), lalu taruh di atas tali A dan B.

Ambil bagian kiri tali yang tadi (C) lalu taruh di atas D.

Setelah ditaruh di atas D, ambil C lalu masukan ke bawah tali A dan B. Agak membingungkan sih, tapi kalau kamu udah ngerti, gampang kok!

Masukan C ke dalam lubang yang sudah terbentuk barusan. Kalau kamu benar, akan terlihat seperti gambar di atas.

Tarik C dan D, lalu akan terbentuk simpulan seperti gambar di atas.

Ulang step di atas antara 3 sampai 4 kali. Jika sudah, gunting sisa dari simpulan.

Lem bagian tali yang tadi sudah digunting agar simpulannya tidak terlepas.

SELESAI! :)

Wednesday, March 23, 2016

Well, hello.

Hi guys. It's been a long time since my last Japanese (outdated) photo diary. I apologize for being such a lazy blogger, yes I know. I have such a hectic semester, and I am very very lazy to touch my blog. No, no, I'm not lazy to update my blog, I really love to write and post, but I'm lazy to edit all photos I must post. So please pardon me for taking a long hiatus.

If I can tell you, this semester feels like the worst semester yet the best semester of all. The worst part is that I get a non-easy teachers in college, they've given me so much tasks I should do everyday. I'm not exaggerating, but everyday I must do my assignments and I have no time to either blog or just surf something on my laptop. I only open my laptop for assignments and youtube (to hear music tho..)

The best part is I meet people who really take care of me and I meet those people who are truly sincere being my friends. I can't thank more to them that they always support me whenever and wherever I am.

But, here's the good news: I manage to open a new blog specially for my photographs. I have so many photos that haven't been posted these past years, so I open a new blog on tumblr, the link is:
http://little-ainstain.tumblr.com
Just don't ask me why the name is that weird. They're the only words that came up in my head. I choose those words....... maybe because if I'm not mistaken, that little einstein cartoon I watched back then had a travel theme, did it? Correct me if I'm wrong lol

When I have a holiday, I will be more active here.
Yes, I hope so...
fingercross! :)