TIFF BODY Modeling Mask Review - Soybean Placenta & Angelica Root

Halo semua! Kali ini aku mau me-review satu brand skincare yang lagi happening di instagram, yaitu TIFF BODY. Aku sudah lama mengikuti perkembangan TIFF BODY, karena aku kenal dengan yang punya, tapi karena produk mereka ketika awal-awal buka adalah coffee scrub, dan aku gak suka bau kopi, jadi aku belum berniat beli. Ketika mereka ngeluarin peel off mask yang katanya painless / tidak sakit saat ditarik, aku tertarik dan akhirnya aku beli!

Untuk TIFF BODY Modeling Mask ini tidak mempunyai ingredients, tapi di kemasannya tertera bahwa bubuk masker ini terbuat dari Soybean Placenta (Plasenta kedelai) dan Angelica Root (Tumbuhan Angelica Eropa). Fungsinya adalah untuk mencerahkan, mengurangi kerutan dan mengencangkan kulit. Selain itu, masker ini dipercaya bisa melembabkan dan menutrisi wajah juga. Nah, untuk pembuktiannya, akan aku jelaskan di bawah. *ups, aku tulis 'brightening' dua kali secara tidak sadar. My bad.

Satu box bubuk masker cukup untuk digunakan 2 - 3 kali, dengan harga Rp 105.000. Selain soybean placenta, ada varian lain dari seri painless mask ini yaitu salt mine mud yang lebih cocok untuk wajah berminyak.

Packaging dari masker ini adalah menggunakan jar plastik. Terkadang, agak sulit untuk membuka tutup masker ini tanpa mengeluarkan bubuk-bubuk maskernya, sehingga menurutku packagingnya membuat bubuk masker tumpah-tumpah. Jadi, sebelum dibuka, harus diketok-ketok dulu ke meja agar masker turun dari bagian atas tutup.

Siapkan peralatan yang akan dibutuhkan untuk membuat masker. Menggunakan masker bubuk memang membutuhkan kerja lebih, makanya aku lebih suka masker kertas. Tapi, untuk painless peel off mask, tidak ada salahnya mencoba kan! Aku menyiapkan mangkok, sendok, air putih, dan maskernya.

Dalam kemasannya, ada instruksi menggunakan masker ini, yaitu dengan perbandingan 2 sdm bubuk dan 1 sdm air. Kenyataannya, perbandingan itu membuat bahan maskernya menjadi terlalu encer, sehingga hasilnya kurang maksimal. Aku menggunakan perbandingan 2 sdm bubuk dan 3.5 sdm air sehingga hasil maskernya menjadi kental dan lebih mudah ditarik.

Hasilnya kurang lebih seperti ini. Teskturnya wajib banget kental, karena kalau masih encer, hasilnya akan kurang bagus di wajah. Selain itu, untuk mengaplikasikan, aku menggunakan spatula. Yang harus diingat: aplikasi masker harus tebal ke wajah.

FIRST ATTEMPT / PERCOBAAN PERTAMA!!
 Pertama kali mengaplikasikan, baunya seperti bau kedelai. Aku sama sekali gak masalah dengan bau kedelainya, tapi mamaku kuran suka baunya. Sensasi pertama ketika diaplikasikan adalah dingin! Aku suka banget sensasinya. Lama-lama, masker ini akan mengeras. Aku mengaplikasikannya kurang rata, ada yang tebal ada yang tipis. Wajah terasa dingin, tapi lama kelamaan ada sensasi tingling / geli-geli / gremeng-gremeng di bagian yang tipis.

Percobaan pertama agak failed sih. Aku mengaplikasikannya terlalu tipis dengan sendok besi sehingga di muka kurang merata. Bagian yang tebal sangat enak ketika dicopot dan gak sakit sama sekali (painless) Bagian yang tipis menjadi sisa-sisa masker yang masih menempel di wajah.... ketika ditarik, benar-benar sakit di wajah (berasa narik hansaplast). I'm wondering.. where's the painless? Oh, mungkin aku terlalu bodoh karena aku baru pertama kalinya menggunakan masker bubuk. Saat pertama kali mencoba ini, aku menggunakan campuran 2 sdm bubuk banding 1.5 sdm air sehingga masker kurang kental. Hasilnya, beberapa bagian wajahku merah-merah dan agak sedikit gatal karena sakit ketika ditarik.

SECOND ATTEMPT / PERCOBAAN KEDUA!!
Supaya fair, aku melakukan percobaan kedua. Dan kali ini, cukup berhasil! Aku menggunakan perbandingan 2 sdm bubuk dan 3.5 sdm air. Lalu aku mengaplikasikannya super tebal dengan menggunakan spatula sehingga ketika di kelupas, enak banget! Saat memakainya, aku menunggu sekitar 17 menit sampai mengeras, baru aku kelupas.

Sensasi yang didapat setelah di peel off, muka berasa bersih, glowing dan kenyal. Tapi untuk melembabkan, sepertinya tidak, karena mukaku kering, dan efek melembabkannya kurang berasa. Tapi, aku bener-bener salut sama TIFF yang bisa menciptakan masker peel off yang painless. Salut!!

Namun, untuk pemakaian kedua ini, tetap ada sisa peel off meskipun sudah diaplikasikan super tebal. Tapi sisanya hanya sedikit, sehingga ketika ditarik, meskipun perih, tidak terlalu berasa. Untuk bagian sisa ini, harus dihapus pakai air dan ketika di kelupas agak perih.

VERDICT:
- Suka, karena tidak sakit ketika ditarik, memberikan efek glowing, kenyal dan membersihkan wajah.
- Harus pakai tebal! Jangan sampai terlalu tipis. Jika terlalu tipis, akan sakit jika ditarik.
- Kurang melembabkan di kulitku yang kering dan sensitif.
- Sisa masker agak sakit ketika ditarik. Tapi semakin tebal & rata kita mengaplikasikannya, maka sisa maskernya semakin sedikit.

RECOMMENDED: Untuk pemilik kulit sensitif yang pengen cobain peel off mask, menurutku boleh banget coba painless peel off mask dari TIFF BODY. Aku benar-benar salut dengan TIFF yang bisa menciptakan masker peel off yang painless, ya meskipun ada sedikit sisa masker yang agak sakit juga ketika ditarik. Tapi overall, good job TIFF! :)

P.S: Kulit setiap orang berbeda-beda, sehingga beda kulit beda juga efeknya. Aku hanya sharing pengalamanku secara jujur. Meskipun aku kenal yang punya, bukan berarti aku biased ya. Aku akan selalu jujur, either sponsored or not. See you in another post!

No comments:

THANKS FOR YOUR COMMENTS!
My instagram: @ellyzabeth_tan
Let's keep in touch! :)

Powered by Blogger.