Pengalaman Mendaftar S2 Kenotariatan (SIMAK PASCASARJANA UI)

sumber: https://www.facebook.com/simak.ui/ dan https://www.kaskus.co.id/thread/55b97d6b582b2ee9298b456a/berjuang-keras-untuk-masuk-magister-kenotariatan-universitas-indonesia/
Halo semuanya! Kalau biasanya aku sharing tentang make up dan fashion, kali ini aku mau sharing pengalaman aku mendaftar S2 Kenotariatan di UI. Pengalamanku mendaftar SIMAK UI ini merupakan pengalaman yang sangat berharga, melelahkan, sekaligus melegakan. Aku bakal share tahapan masuk sampai tips bagaimana bisa diterima. Posting-anku kali ini tidak ada maksud sombong sama sekali, hanya share pengalaman saja, siapa tau ada teman-teman yang berminat juga masuk UI dan bingung bagaimana melewatinya.

MENGAPA MAGISTER KENOTARIATAN?
Sebenarnya aku punya beberapa alasan mengapa mau masuk ke Magister Kenotariatan UI, tetapi salah satu alasannya adalah karena aku cenderung lebih suka Hukum Perdata ketimbang Hukum Pidana. Sewaktu S1 dulu aku lebih tertarik mata kuliah bidang Hukum Perdata, menurutku Hukum Pidana jauh lebih kompleks. Selain itu, prospek kerja dari Notaris juga sepertinya bagus. Meskipun perjuangan untuk membuka kantor Notaris di suatu daerah semakin hari semakin dipersulit dan bahkan sampai ada wacana penutupan MkN di Indonesia, ternyata tak menyurutkan langkah banyak orang untuk menjadi Notaris. Buktinya ketika aku tes (di UI dan di UNDIP), begitu banyak orang yang mendaftar menjadi Notaris.

MENGAPA UI?
Alasan utamaku ingin diterima di UI adalah karena UI adalah universitas negeri yang masih dekat Jakarta. Alasan yang tidak berbobot bukan?? Kebanyakan orang ingin masuk UI karena UI merupakan salah satu Universitas terbaik dan bergengsi di Indonesia. Aku sih, asalkan itu Universitas Negeri, ya tidak apa-apa. Bahkan sebelumnya, aku sempat mau masuk MkN Universitas Swasta, tetapi karena tahun lalu ada wacana prodi MkN mau ditutup, aku jadi was-was dan lebih memilih mengamankan diri dengan masuk Universitas Negeri. For your information, sekarang gelar untuk lulusan MkN UI adalah Magister Hukum atau MH. 
Sebenarnya, selain UI aku juga mendaftar ke Universitas Diponegoro alias UNDIP. Kalau ada waktu, aku bakal share juga pengalamanku (dan juga perjuangan!) terbang ke Semarang hanya demi ujian masuk di UNDIP.

SIMAK UI
Untuk masuk ke jenjang Magister atau S2, satu-satunya jalur yang disediakan oleh UI adalah melalui jalur SIMAK (Seleksi Masuk). SIMAK UI diadakan tiga kali dalam setahun, semester ganjil diadakan dua kali (gelombang 1 dan gelombang 2)  untuk kelas di Depok dan semester genap diadakan satu kali untuk kelas di Salemba.
Contoh pada tahun 2017:
→ Untuk gelombang semester ganjil ke-1, pendaftaran diadakan mulai bulan Februari - awal Maret, kemudian ujian pada akhir Maret dan pengumuman ujian adalah satu bulan sesudahnya yaitu akhir April.
→ Untuk gelombang semester ganjil ke-2, biasanya pendaftaran diadakan mulai bulan April, kemudian ujian pada bulan Mei dan pengumuman ujian adalah bulan Juni.
→ Untuk gelombang semester genap, biasanya pendaftaran diadakan mulai bulan Oktober - awal November, ujian bulan November dan pengumuman pada bulan Desember.

JADWAL KELAS DI UI
Dari yang aku baca-baca, UI membuka dua kelas, yaitu ada kelas reguler (Senin – Jumat, mungkin juga Sabtu) dan kelas khusus (Jumat – Sabtu). Namun, tidak semua prodi mempunyai kelas khusus, contohnya adalah Kenotariatan yang hanya membuka kelas reguler saja. Kelas reguler diadakan di UI Salemba. Harga untuk kelas khusus pastinya lebih mahal daripada reguler sehingga bagi kalian  yang ingin masuk kelas khusus, siapkan dana lebih ya.

TAHAPANNYA BAGAIMANA?
Mengenai bagaimana awal proses pendaftaran sampai diterima, aku akan membaginya menjadi beberapa tahapan.

1. Mempersiapkan Berkas
Berkas yang diperlukan untuk mendaftar SIMAK UI adalah yang paling simpel dan mudah dibanding pendaftaran ke Universitas Negeri lain. Dokumen yang dibutuhkan hanya tiga, yaitu:
→ Scan Ijazah S1 asli dan Scan Fotocopy Ijazah S1 yang telah dilegalisir (kalau belum ada bisa menggunakan Surat Keterangan Lulus atau SKL)
→ Scan Transkrip Nilai S1 asli dan Scan Fotocopy yang telah dilegalisir
→ Scan KTP
Ada opsi untuk mempersiapkan dokumen lain seperti hasil TPA Bappenas dan TOEFL, tapi dokumen tersebut tidaklah begitu penting karena saat diunggah, dokumen tersebut tidak wajib.

2. Mendaftar
Pendaftaran SIMAK UI dilakukan melalui website http://penerimaan.ui.ac.id/id. Pertama-tama kalian harus membuat id atau account terlebih dahulu. Setelah membuat akun dan menggunggah foto, kalian log in dan kemudian buat pendaftaran. Setelah itu, lakukan verifikasi pendaftaran dan pastikan data yang kalian masukan sudah benar. Kemudian unggah berkas persyaratan dan kemudian kalian membayar biaya pendaftaran. Biaya pendaftaran untuk pascasarjana adalah Rp 750.000,00. (cara ada di http://penerimaan.ui.ac.id/id/page/payment).
Setelah mendaftar dan membayar, kalian akan diberikan kartu ujian dalam bentuk pdf yang kemudian harus di print berwarna untuk kemudian dibawa pada saat ujian.
Tips: Usahakan ikut pendaftaran gelombang pertama karena menurutku kesempatannya lebih besar ketimbang yang ikut gelombang dua dan gelombang semester genap. Kalau gelombang pertama tidak masuk, coba lagi di gelombang kedua. Gak ada salahnya untuk mencoba.

3. Belajar
Ini nih tahap yang paling penting namun melelahkan dan menguras energi.. belajar! Sebagai lulusan sarjana hukum yang tidak begitu suka matematika, aku benar-benar malas untuk bertemu lagi dengan materi tersebut. Namun kenyataannya, kami dipertemukan lagi pada saat SIMAK UI. Mengenai apa yang dipelajari untuk SIMAK pascasarjana, SIMAK terdiri dari dua bagian, yaitu TPA dan Bahasa Inggris. 
TPA atau Tes Potensi Akademik terdiri dari 100 soal dengan 3 bagian, yaitu:
- Kemampuan Verbal, terdiri dari sinonim, antonim, padanan kata, dan menjawab pertanyaan dari bacaan.
- Kemampuan Kuantitatif, terdiri deret, grafik, pecahan, bangun datar, dan aljabar.
- Penalaran, terdiri dari gambar bangun ruang dan penalaran analitis bacaan.
Tes Bahasa Inggris terdiri dari 100 soal dan kebanyakan isinya adalah satu bacaan untuk menjawab 5 soal. Kalian bisa melihat contoh soal test tahun lalu dari link ini: http://simak.ui.ac.id/download-2.html?did=16
Untuk mempelajari TPA, kalian bisa membeli buku TPA Otto Bappenas yang banyak dijual di Gramedia. Dengan terus berlatih, kalian akan lebih kenal soal-soalnya dan cara menyelesaikannya. Aku sampai membeli 3 buku sangking paniknya mau ujian UI. 
Kalau kalian mempunyai budget lebih, kalian bisa coba ikut les masuk UI di Lembaga Belajar sekitar Depok. Aku gak tau pastinya dimana karena aku baru tahu setelah aku ujian. Biayanya mulai dari dua sampai sepuluh juta rupiah.
TIPS: Belajarlah minimal satu minggu sebelum ujian. Usahakan juga sekali belajar menyelesaikan 1 paket soal TPA atau 1 paket soal Bahasa Inggris. Cobalah beberapa paket soal agar kalian semakin terlatih. Kalau bisa coba juga pakai jam (satu paket soal waktunya adalah 2 jam).
P.S: Perlu diketahui, tes SIMAK UI dibuat oleh Tim Soal dari UI sehingga tiap tahun soalnya akan berbeda jenis (tidak seperti TPA Otto Bappenas yang selalu sama jenisnya). Misalnya soal kemampuan verbal pada tahun 2016 lebih banyak antonim, di tahun 2017 lebih banyak perbandingan. Di tahun 2016 lebih banyak soal kuantitatif deret, di tahun 2017 lebih banyak grafik. Jadi persiapkan dengan sungguh-sungguh agar bisa menjawab semua jenis soal.

4. Survei
Karena kampus UI itu sangat besar dan luas, ada baiknya bagi kalian yang belum familiar dengan UI pergi minimal H-1 untuk mengecek lokasi. Bagi yang berasal dari luar kota, kalian bisa menyewa kos harian untuk menginap atau menginap di kamar teman yang kuliah di UI. Waktu itu aku kesana siang hari menggunakan KRL dan Bis Kuning menuju lokasi. Ternyata ujiannya dilakukan di beberapa gedung yang berbeda sehingga pastikan dimana lokasi ujian kalian agar tidak salah tempat.
Transportasi: Saat aku melakukan survei, aku baru tahu kalau bis kuning untuk mengantar kita tidak beroperasi pada hari Minggu dan akan beroperasi pada jam 07.00 pagi sedangkan tesnya diadakan jam 07.00 pagi. Oleh karena itu, pastikan kalian datang lebih pagi dan mempunyai transportasi yang memadai (mobil pribadi, grab/go-car, KRL + ojek) agar tidak terlambat.

5. Eksekusi
Hari Minggu pagi aku pergi ke UI pukul 05.30 WIB (rumahku di Jakarta Barat) diantar oleh supir. Usahakan pergi sepagi mungkin agar tidak telat karena sampai di komplek UI ternyata sangat macet. Tes dimulai pada pukul 07.00 (verifikasi data), lalu 07.30 mulai ujian TPA dan 10.45 mulai ujian Bahasa Inggris. Jangan lupa membawa perlengkapan yang harus dibawa yaitu Kartu Ujian, KTP asli, dan alat tulis (hanya boleh pensil 2B, bolpen, penghapus, dan rautan). Pada saat ujian, tidak boleh menggunakan jam tangan sehingga kalian hanya akan bergantung pada aba-aba PIC-nya. Setiap setengah jam sekali, PIC akan memberitahu berapa waktu yang tersisa.
~ Untuk soal TPA-nya, benar-benar susah dan berbeda cukup jauh dengan yang dibahas di buku TPA. Jangan lupa bahwa sistem penilaian TPA UI berbeda dari ujian masuk universitas lain, yaitu Benar +4, Kosong 0, Salah -1. 
TIPS dariku adalah, jawab aja, jangan terlalu pikirin skor. Jangan terlalu kosong kebanyakan juga. Waktu itu aku menjawab 85 dari 100 soal, jadi aku kosong 15 soal. Temanku yang ujian bareng jawab 95 dari 100 soal. Temanku yang lain, ujian tahun lalu, menjawab semua. Spoiler, kami bertiga diterima. Jadi kalau ada yang bilang "jawab sebisanya", boleh saja, tapi jangan kebanyakan kosongnya. Kalau ada yang bilang lagi: "Kalo gak yakin jangan jawab, gapapa kosong banyak," lebih baik jangan terlalu diikuti. Menurutku agar aman, isilah minimal 75 nomor (baik tau maupun nembak) dan maksimal 25 kosong.
~ Untuk soal Bahasa Inggrisnya, menurutku cukup gampang. Mirip dengan latihan soal yang diberikan UI dan mirip juga dengan soal UN Bahasa Inggris. Pada tes Bahasa Inggris tidak ada pengurangan nilai, jadi kalau gak tahu, ya nebak saja.
JUJUR nih, setelah aku mengerjakan ujian UI, aku benar-benar minder karena aku merasa gak bisa kerjainnya. Mungkin aku hanya yakin 50 nomor dari 100 soal yang ada. Aku benar-benar pasrah dengan hasilnya dan sangat tidak yakin dan percaya diri bakal masuk. Apalagi aku diceritain oleh teman-teman bahwa banyak yang tidak tembus SIMAK UI, even yang pintar pun tidak masuk. Sedih banget, kan 😔
JANGAN LUPA bawa bekal karena setelah tes berakhir, kawasan kampus UI menjadi sangat macet dan ramai. Tidak banyak kantin yang buka sehingga ada baiknya membawa makanan dari rumah agak tidak kelaparan.

6. Menunggu Ketidakpastian
Setelah melewati ujian tersebut, aku menunggu hasil pengumumannya selama satu bulan. Selama menunggu itu aku sering kepikiran, bagaimana hasilnya, apa yang akan aku lakukan kalau gak lulus. Aku juga sudah cerita di atas kalau aku juga mendaftar UNDIP karena takut gak keterima di UI. Rencana sih kalau gak masuk akan coba gelombang 2. Aku juga pada saat satu bulan itu sedang hectic dan sering ketiduran sehingga jadi jarang berdoa. Tapi Tuhan memang baik, banyak orang yang setiap hari mendoakan aku. H-1 pengumuman aku deg-degan sepanjang hari, sampai pada saat hari H pengumuman, aku membuka pengumuman dan thanks God aku keterima. Aku benar-benar lega dan bersyukur kepada Tuhan aku diterima, meskipun aku sudah pesimis dan pasrah (maaf ya jadi sok religius). Ini merupakan pengalaman yang berharga buatku. 
Oh ya, pengumuman hasil seleksi biasa diumumkan pada jam 10.00 pagi di profil masing-masing peserta. Silahkan membuka penerimaan.ui.ac.id, log in, lalu liat hasil seleksi.

TIPS MASUK PASCASARJANA UI?
➩ Usahakan ikut gelombang pertama agar kemungkinan diterima lebih besar.
➩ Banyak-banyak belajar dan latihan. Buku-buku TPA banyak tersebar di toko buku dan online, aku sendiri membeli versi Aristo Chandra dan Tim Master Eduka. Untuk soal Bahasa Inggris, coba download dari website UI (sudah di-link di atas).
➩ Jangan takut menjawab soal. Dari 100 soal yang ada, usahakan jawab minimal 75 soal dari 100 soal. Kalau tidak yakin, coba cari jawaban yang mungkin paling benar. 
➩ Jangan serba mendadak dan mepet. Usahakan persiapkan segala berkas dari jauh-jauh hari sehingga kita semakin siap dalam mendekat hari H.
➩ Banyak-banyak berdoa sama Tuhan yang Maha Esa. Ini klise, tapi aku yakin kalau Tuhan pasti melihat usaha dan kegigihan kita. Kalau memang jalannya, pasti dimudahkan.
Semua yang kutulis adalah berdasarkan pengalaman pribadi. Kalau ada pertanyaan silahkan komen di bawah ya. Daah.

P.S: Jadwal kuliah Kenotariatan UI kelas Depok adalah hari Senin-Jumat pukul 13.00 sampai 19.00 dan hari Sabtu pukul 08.00-15.00.

No comments:

THANKS FOR YOUR COMMENTS!
My instagram: @ellyzabeth_tan
Let's keep in touch! :)

Powered by Blogger.